Krisis Palestina, Siapa yang Paling Sakit Hati??

Krisis di palesina tepatnya di jalur Gaza, telah sampai pada tahap genocide (pemusnahan suatu ras tertentu) dulu kita masih ingat bagaimana hal ini dilakukan oleh rezim Adolf Hitler bersama NAZI, kini hal yang sama, bahkan lebih parah telah dilakukan oleh Israel (kenapa saya bilang lebih parah karena dulu Hitler melakukannya pada situasi perang, tapi yang dilakukan Israel sekarang hanya dengan dalih membalas serangan HAMAS, lucu sekali bukan?)
Lebih jauh krisis ini telah melukai nilai-nilai kemanusiaan, pembantian di jalur Gaza ini telah melukai hati setiap manusia, atau bahkan setiap makhluk yang punya hati (hanya yang tidak berhati saja yang setuju dengan tindakan Israel tsb). Lalu ketika ditanya siapa yang sebenarnya paling sakit hati dengan pembantaian di palestina ini, jawbannya mungkin ummat islam, karena hampir seluruh korban pembantaian di palestina adalah muslimin dan muslimat. Ketika ditanya lebih spesifik lagi, siapa diantara ummat islam ini yang paling sakit hati dengan pembantaian di palestina, jawaban yang paling relevan bagi saya adalah KITA!, ya KITA, UMMAT ISLAM INDONESIA. Lho kok?!
Ada banyak alasan kenapa kemudian saya berstatemen demikian. … continue reading this entry.

Self Reflection (great story)

Diceritakan bahwa ada sepasang suami istri yang cukup bahagia, hubungan antara sang suami dengan istrinya tampak begitu harmonis. Mereka saling menghargai satu sama lain, mereka berbagi suka dan duka bersama, berbagi cerita bersama dan menghabiskan waktu bersama. Sang suami menjalankan tugasnya mencari nafkah dengan baik, sang istripun demikian, ia merawat rumah dengan baik pula. Mereka selalu berbagi, kecuali satu, sang istri menyimpan sebuah kotak misterius. Sang istri meminta kepada suaminya untuk tidak menanyakan ataupun berusaha mengetahui isi kotak misterius tersebut. Apa yang ada di dalam kotak tersebut hanya diketahui oleh sang istri seorang. Sang suami pun menghargainya, ia tidak pernah sekalipun menanyakan isi kotak itu, meskipun sebenarnya ia sangat penasaran. Hari berganti minggu, minggu menjadi bulan, bulan menjadi tahun dan pernikahan merekapun sudah lama dan kini mereka telah tua. Suatu hari sang istri jatuh sakit, karena kondisinya yang tua dan lemah ia tidak kunjung sembuh dari penyakitnya, namun suaminya selalu setia merawat dan menjaganya.
Suatu saat sang istri merasa waktunya sudah dekat, ia pun memanggil suaminya, lalu ia meminta suaminya untuk mengambil kotak misterius yang selama ini disimpan baik-baik oleh sang istri. Sejurus kemudian, ia berkata pada suaminya; … continue reading this entry.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.